Penelitian Baru Ungkap Ternyata Bulan Tak Memiliki Pasokan Air, Berikut Penjelasannya!
CALIFORNIA - Para ilmuwan telah menganalisis ulang fragmen batuan Bulan yang dibawa ke Bumi pada 1972 dan mengatakan bahwa komposisinya menunjukkan sebenarnya tidak ada air di Bulan. Mengetahui kelembapan Bulan tidak hanya penting untuk misi Bulan ke depannya, tetapi juga pemaham komposisi dan asal-usulnya yang lebih baik.
Dilansir dari Sciencealert.com, ternyata temuan sebelumnya mengenai air yang terdapat di Bulan berbanding terbalik dengan studi ini. Sebuah tim yang dipimpin oleh pakar geokimia James Day dari University of California San Diego telah melakukan analisis baru pada sampel batu yang sama ketika peneliti mengungkapkan penemuan air di Bulan belakangan ini.
BERITA REKOMENDASI
Dikenal sebagai 66095 atau 'Rusty Rock', sampel ini dikumpulkan dari tepi kawah di dasar Gunung Batu, tepat di sebelah selatan lokasi pendaratan misi Apollo 16. "Biarkan saya mendobrak klaim peneliti yang mengegerkan dunia belakangan ini," ungkap pilot modul lunar Charles Duke.
Volatiles adalah elemen dengan titik didih yang lebih rendah yang mudah menguap dengan panas, memberikan petunjuk penting untuk memahami bagaimana Bulan terbentuk.
Analisis tim peneliti ini telah mengungkapkan bahwa Rusty sebenarnya mengandung isotop seng yang lebih ringan. Hal tersebut membuatnya konsisten dengan unsur ini yang menguap dan mengembun selama fase magma mendidih di Bulan sebelumnya.
Temuan baru megenai Rusty tidak sepenuhnya bertentangan dengan temuan deposit vulkanik sebelumnya. Namun hal yang masih belum diketahui pasti adalah dari mana semua air yang terdapat pada manik-manik yang menempel di bebatuan tersebut.
"Studi mereka mengatakan bahwa semua deposit manik-manik kaca di permukaan Bulan adalah 'basah', yang merupakan pengamatan besar. Namun, mereka tidak bisa menjelaskan mekanisme pembentukannya," ungkap Day. Salah satu idenya adalah membawa air yang terkunci pada bebatuan dan akan dimuntahkan oleh gunung berapi dari bagian dalam Bulan yang memanas.
Studi baru yang menampilkan Rusty juga melihat beberapa manik-manik vulkanik, dan tim tersebut mengatakan jika airnya sampai ke atas permukaan melalui kondensasi (seperti isotop seng di sampel batu), itu tetap konsisten dengan gagasan bahwa Bulan benar-benar kering pada bagian dalamnya.
Masih banyak penelitian yang harus dilakukan, dan tim Day akan terus memanfaatkan masalah ini. "Sepertinya langkah logis berikutnya untuk mencoba dan memecahkan masalah mengenai keberadaan air di Bulan ini," ungkap Day.
(ahl)
0 Response to "Penelitian Baru Ungkap Ternyata Bulan Tak Memiliki Pasokan Air, Berikut Penjelasannya!"
Posting Komentar